Kampus Umar Usman Launching Buku Rahasia Pengusaha Zaman Now

JAKARTA | Salah satu lembaga semi otonom yang berada  lingkungan Yayasan Dompet Dhuafa,Kampus Umar Usman yang fokus menghasilkan ‘Pengusaha  Berkarakter’ menyelenggarakan “Launching Buku Rahasia Pengusaha Zaman Now” di Gramedia Matraman Jakarta Timur, belum lama ini.

Puluhan kisah inspiratif alumni Kampus Bisnis Umar Usman dalam mengembangkan bisnis tertuang di dalam sebuah buku yang berjudul Rahasia Pengusaha Zaman Now.

Kampus Bisnis Umar Usman yang diinisasi oleh Dompet Dhuafa bersama  motivator bisnis ternama yaitu Ippho Santosa yang  fokus mencetak calon-calon pengusaha baru. Kampus Umar Usman memiliki slogan, “Kuliah 1 Tahun Jadi Pengusaha.”

Beberapa dari ratusan alumni yang dihasilkan Kampus Umar Usman setiap tahunnya diangkat kisahnya dalam sebuah buku agar dapat menyebarkan syi’ar semangat serta bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk tetap optimis dan mau berbisnis.

Launching Buku Rahasia Pengusaha Zaman Now merupakan kegiatan peluncuran buku yang telah dibuat oleh Kampus Bisnis Umar usman, yang berisi tentang bagaimana alumni dari Kampus Umar Usman bisa survive dalam menjalankan bisnisnya.

Kampus ini telah menghasilkan ratusan alumni yang telah terjun di berbagai macam bisnis, mulai dari Kuliner, Jasa, Komoditi hingga ekspor impor. Di Kampus ini selain pembelajaran selama satu tahun ada juga program Lifetime Coaching untuk alumni. Dengan adanya program tersebut maka diharapkan alumni bisa bersinergi membangun dan mengembangkan bisnis yang akan selalu di dukung oleh Kampus.

Pendiri Kampus Umar Usman, Ippho Santosa, dalam sambutannya mengatakan, jika menikah saja tak butuh pengalaman, begitu juga bisnis. “Jadi nggak masalah, untuk memulai usaha atau bisnis, tanpa pengalaman. Jalani saja, tak perlu banyak konsep dan mikir. Biasanya kalau sudah melangkah, kita baru berpikir. Ingin nikah kalau banyak mikir, ya tidak jadi-jadi. Berbisnis sama halnya, kalau banyak mikir ya kapan mulainya. Karena itu mulai saja dulu,” kata Ippho memotivasi calon pengusaha muda.

Lebin lanjut Ippo mengingatkan, dalam berbisnis atau menjadi enterpreneur, hendaknya memperhatikan tiga hal. Pertama, perlu keberanian untuk memulai usaha. Kedua, usaha dan produknya legal atau halal. Ketiga, harus berbekal ilmu dan terus belajar.

“Kalau punya mimpi besar, jangan pernah ditinggalkan. Lakukan yang mudah dan sederhana. Jika cafe belum punya, bisa dimulai dengan rumah makan. Jika belum sanggup, buat stand. Kalau belum juga, titip jualan. Jika belum bisa, buat PO (Pre order) di Instagram dan sosial media lainnya. Pokoknya lakukan apa saja,” jelas Ippho.

Tujuh tahun lalu, Ippho teringat mengawali pendirian Kampus Umar Usman. Mulanya ia buat kelas-kelas, ada kelas mingguan dan bulanan.”Kini kampus ini sudah berjalan tujuh tahun. Bahkan seorang tokoh nasional menitipkan anaknya ke kampus ini untuk belajar menjadi enterpreneur,” kenangnya.

“Diperlukan kreatifitas dalam mengembangkan usaha. Kalau gerai usahamu kurang rame misalnya, ya buat rame. Mungkin spanduk dan menunya perlu ditambah. Itulah sebabnya perlu bekal ilmu, jangan berhenti untuk terus belajar. Jangan sudah puluhan tahun, usahanya masih begitu-begitu saja, tak ada peningkatan. Harus diakui, ada orang yang di sekolahnya tidak pinter, tapi kalau dagang pinter.”

Seorang Jack Ma pernah mengatakan, jika ingin menjadi pengusaha, baiknya magang di perusahaan yang kecil, sehingga proses learning atau proses belajarnya dapat diketahui, termasuk dreamnya seperti apa. Dahulu Nabi Muhammad Saw pun magang dengan pamannya Abu Thalib untuk berniaga.

“Jika sudah menjadi pengusaha, bersiap juga menghadapi manajemen deg-deg-an. Punya usaha belum tentu laris, ditambah lagi menghadapi pesaing di depan geraimu dengan produk dan harga yang sama,” kata Ippho. (sas)

News Feed