Klinik Utama Mata JEC Bekasi Mempermudah Akses Layanan Kesehatan Mata

BEKASI – JEC Eye Hospitals & Clinics membuka secara resmi Klinik Utama Mata JEC @ Bekasi yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Bekasi, Selasa (12/3). Klinik Utama Mata yang berada di kawasan strategis Bekasi ini, memperkuat komitmen JEC dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pelayananan kesehatan mata terkini.

Dalam sambutannya di acara pembukaan Klinik Utama Mata JEC @ Bekasi, Direktur JEC Eye Hospitals & Clinics/PT. Nitrasanata Dharma, Dr. Johan A. Hutauruk, SpM, mengatakan, ”Sebagai RS mata dengan pengalaman 35 tahun, kami telah menerapkan sistem informasi yang canggih dan terintegrasi, yaitu e-MR (e-medical record) yang berbasiskan teknologi informasi (TI). Sistem ini dapat menyimpan rekam medik pasien sesuai dengan layanan kesehatan yang tengah dijalani di JEC, dan memungkinkan data tersebut diakses dari cabang JEC dimanapun, termasuk dari cabang terbaru kami di Bekasi.”

Klinik Utama Mata JEC @ Bekasi yang hadir dengan layanan terdepan, berdiri di atas lahan seluas ± 300 meter persegi, dengan total luas bangunan 1.100 meter persegi, dan terdiri atas bangunan 4 lantai; sehingga mampu menampung sekitar 100 pasien setiap harinya, serta sudah memiliki fasilitas bedah tanpa rawat inap. Beberapa layanan yang dapat diberikan JEC antara lain Cataract & Refractive Surgery Service, Retina Service, Glaucoma Service, Oculoplasty Service, Dry Eye dan Layanan Mata Anak.

Direktur Utama JEC Medika Indonesia, Dr. Iwan Soebijantoro, SpM, mengatakan, ”Klinik Utama Mata JEC @ Bekasi hadir untuk mempermudah masyarakat Bekasi dan sekitarnya untuk mendapatkan akses kesehatan mata terpadu. Seperti Rumah Sakit dan Klinik Utama Mata JEC lainnya, Klinik Utama Mata JEC @ Bekasi berfokus melayani kebutuhan pasien dengan pelayanan berpengalaman, tenaga medis dan non medis yang andal dan terampil; serta dengan dukungan teknologi medis terkini.”

Selain dukungan dokter spesialis mata berpengalaman serta staf yang andal dan terampil, Klinik Utama Mata JEC @ Bekasi juga telah menerapkan teknologi diagnostik terkini dan fasilitas yang modern. Seperti pada peralatan diagnostik dan terapeutik, antara lain Optical Coherence Tomograph (OCT), Digital Foto Fundus, Perimetry Humprey, USG Mata, NonCon Robo, Biometri dengan IOL Master, Retinometri, Tonometri NonContact, Laser Kapsulotomi (Nd.YAG), serta Laser Photocoagulation.

Kepala Klinik Utama Mata JEC @ Bekasi, Dr. Nashrul Ihsan, SpM, menambahkan, “Kehadiran Klinik Utama Mata JEC @ Bekasi semakin melengkapi layanan kesehatan yang ada di kota Bekasi, kami berharap semakin banyak warga Bekasi yang memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan mata secara berkala dan mengambil manfaat hadirnya JEC di Bekasi. Dalam penyediaan layanan, kami terbuka untuk menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Bekasi yang memiliki program Kartu Sehat. Sehingga nantinya para pemegang kartu sehat dapat merasakan layanan JEC dengan kualitas yang sama seperti pasien-pasien JEC lainnya, sesuai dengan kesepakatan kerjasama yang kami lakukan dengan pemerintah setempat.”

Sebagai negara tropis dengan paparan sinar matahari sepanjang tahun, Indonesia memiliki jumlah penderita katarak yang besar. Selain itu faktor usia atau degeneratif juga menjadi penyebab timbulnya katarak. Menurut data Hasil survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014-2015, mengidentifikasi beberapa faktor penyebab kebutaan dari tujuh provinsi di Indonesia, dan katarak menempati porsi terbesar dengan 75,5%.

Deteksi dini kesehatan mata dapat menghindari kebutaan karena katarak. Beberapa gejala awal pada penderita katarak antara lain penglihatan buram atau berkabut bahkan tidak bisa melihat sama sekali, sensitif terhadap sinar atau cahaya, sering berganti kacamata karena ukurannya mudah berubah, pada keadaan terang mata terasa silau, penglihatan lebih jelas ketika berada di ruangan dengan cahaya terbatas dan kadang terjadi penglihatan ganda ketika melihat suatu obyek. Namun katarak termasuk kategori kebutaan yang dapat dipulihkan melalui tindakan operasi yang relatif aman dengan durasi singkat. Klinik Utama Mata [email protected] menerapkan pembedahan terkini yaitu menggunakan teknik Bedah Katarak Termodern Tanpa Jahitan (Fakoemulsifikasi) dengan berbagai macam keunggulan, diantaranya lebar sayatan luka operasi sangat kecil 2.2 – 2.5 mm, luka sayatan tidak perlu dijahit, proses operasi dan pemullihan relatif lebih cepat.

Pentingnya kesehatan mata dalam kehidupan masyarakat menjadi alasan utama JEC dalam menyediakan layanan, pengobatan serta perawatan mata. Dengan pengalaman sejak 1984 dan sebagai rumah sakit mata terlengkap dan termodern di Indonesia, JEC terus berusaha untuk mengedepankan pelayanan komprehensif pada satu sentra, dengan berfasilitas mutakhir, dan deretan tenaga ahli yang diakui, serta lokasi yang mudah dijangkau.

Saat ini, Klinik Utama Mata JEC @ Bekasi juga tengah memfinalisasi kerjasama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), juga dengan beberapa perusahaan dan lembaga penjamin kesehatan (asuransi). Hal ini bertujuan untuk mendukung penyelenggaraan layanan kesehatan mata yang memadai bagi masyarakat, khususnya warga Bekasi dan sekitarnya.

“Melalui kerjasama dengan berbagai institusi, perusahaan dan lembaga penjamin kesehatan, kami berharap Klinik Utama Mata JEC @ Bekasi dapat hadir sebagai solusi untuk sentra penanganan kelainan atau gangguan pada mata, terutama bagi masyarakat Bekasi dan sekitarnya,” tambah Dr. Nashrul.

Kini JEC telah hadir di beberapa lokasi di Jakarta, yaitu Rumah Sakit Mata JEC @ Menteng, Rumah Sakit Mata JEC @ Kedoya, Rumah Sakit Mata JEC-Primasana @ Tanjung Priok, juga Klinik Utama Mata JEC @ Cibubur, JEC @ Tambora, JEC @ Cinere, JEC @ Bekasi serta Candi Eye Center (CEC) di Semarang, JEC-Anwari @ Purwokerto. dan [email protected], serta melakukan groundbreaking pembangunan RS Mata JEC-Candi @ Semarang.

”Kami berharap JEC dapat terus memperluas jangkauan layanan kesehatan mata di wilayah lain, termasuk daerah-daerah di luar Jakarta; sehingga dapat membantu memperbaiki kondisi kesehatan mata dan menurunkan angka kebutaan di indonesia. JEC juga secara aktif menggelar kegiatan Bakti Karatak guna mendukung program pemerintah mewujudkan Indonesia bebas katarak 2020,” tambah Dr. Johan.

News Feed